ANALISIS KEEFEKTIFAN PROSES PEMBELAJARAN DARING PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 KOTA CIREBON

 Ade Indra Sutrisno1, Hidayah2, Juhaidah3

engkudendra@gmail.com1,  ayahidayah710@gmail.com2, juhaidah999@gmail.com3

Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Semester 5 B

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon

 

Abstract: The learning process is an activity of reciprocal interaction and communication involving teachers and students in an effort to achieve educational goals. The learning process was originally carried out face-to-face in an educational institution, but at this time the learning process took place online as a result of the covid-19 pandemic. This study aims to find out information about the effectiveness of the online learning process during the covid-19 pandemic at Madrasah Aliyah Negeri 1 Cirebon City. This research method uses exploratory qualitative research through an inductive approach. The informants in this study were 4 people consisting of the vice principal of the curriculum field, 1 teacher, and 2 students. The results showed that the learning process during the covid-19 pandemic at Madrasah Aliyah Negeri 1 Cirebon City was ineffective due to the many obstacles including internet data facilities, unstable internet networks, decreased student interest in learning, and teachers as educators who became less familiar with student directly psychologically.

Keywords: effectiveness of learning, learning process, covid-19 pandemic

 

Abstrak: Proses pembelajaran merupakan kegiatan interaksi dan komunikasi timbal balik yang melibatkan guru dan siswa sebagai upaya mencapai tujuan pendidikan. proses pembelajaran sedianya berlangsung secara tatap muka langsung dalam suatu lembaga pendidikan, namun pada masa ini proses pembelajaran berlangsung secara daring sebagai dampak dari adanya pandemi covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi mengenai keefektifan proses pembelajaran daring pada masa  pandemi covid-19 di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Cirebon. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif eksploratif dengan melalui pendekatan induktif. Informan dalam penelitian ini ialah berjumlah 4 orang yang terdiri dari wakil kepala sekolah bidang kurikulum, 1 guru, dan 2 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran pada masa pandemi covid-19 di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Cirebon kurang efektif dikarenakan banyaknya hambatan-hambatan meliputi fasilitas data internet, jaringan internet tidak stabil, menurunnya minat belajar siswa, dan guru selaku pendidik menjadi kurang mengenal siswa langsung secara psikologis.

Kata kunci: efektivitas pembelajaran, proses pembelajaran, pandemi covid-19

 

PENDAHULUAN

Pada saat ini, dunia sedang “berperang” dengan sesuatu yang sejatinya tidak terlihat dengan kasat mata namun memiliki pengaruh atau dampak yang luar biasa. Virus corona ialah virus yang muncul pada tahun 2019 adalah virus yang pertama kali ditemukan di kota Wuhan, provinsi Hubei, China, dimana telah mengakibatkan kekacauan secara masif tidak kurang di 213 negara di dunia. Virus Corona atau (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang pada sistem pernapasan dimana dapat menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernapasan seperti halnya infeksi paru-paru yang berat, hingga dapat berujung pada kematian.

Keganasan covid-19 pun tidak hanya terjadi di negara-negara eropa dan asia timur saja, namun asia tenggara, tak terkecuali Indonesia pun tak terlewatkan, alhasil berbagai sektor telah terkena dampaknya, tak hanya dalam sektor ekonomi, sektor lainnya pun ikut terlibat karenanya, yakni seperti pada sektor yang dianggap paling krusial keberadaannya yakni pendidikan dimana merupakan pilar penting dalam upaya pembangunan bangsa, seperti yang tercantum dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003 pasal 3, yang menyebutkan bahwa pendidikan nasional ialah berfungsi untuk pengembangan kemampuan dan pembentukan watak serta peradaban bangsa dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, agar dapat mengembangkan kesanggupan siswa untuk menjadikannya sebagai manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang memiliki sikap demokratis dan bertanggungjawab (Kurniawan, 2019). Pendidikan juga nerupakan kebutuhan penting dalam kehidupan manusia, karena dengan pendidikan manusia dapat mengusahakan dan mengembangkan seluruh potensi dirinya melalui proses pembelajaran serta dapat menumbuhkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap pada pribadinya. Dengan demikian, peran pendidikan disini ialah bertujuan untuk manusia dapat memahami kapasitas dan mendisiplinkan dirinya (Kurniawan, 2018).

Dengan penyebarannya yang begitu masif, Berdasarkan laporan ABC News 7 Maret 2020, puluhan negara telah menutup sekolah dikarenakan wabah covid-19. Menurut data dari Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) menyebutkan dimana setidaknya terdapat tidak kurang dari 290,5 juta siswa di seluruh dunia yang aktivitas belajarnya menjadi terganggu akibat sekolah yang ditutup (Purwanto et al., 2020).

Menyikapi hal ini, pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pun mengambil langkah dengan menerbitkan surat edaran Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan pada masa pandemi covid-19, didalam surat edaran tersebut dijelaskan bahwa proses pembelajaran dilaksanakan di rumah dengan metode pembelajaran daring dengan tujuan untuk mencegah penyebaran dan sebagai upaya pencegahan dari virus. Dengan dialihkannya pembelajaran melalui daring, tentu hal ini pun berdampak pula pada proses pembelajaran dan keefektifan pembelajaran didalamnya.

Proses pembelajaran merupakan proses interaksi yang mana dilakukan dalam kelas yang melibatkan pendidik dan siswa didalamnya, dalam proses pembelajaran pun terjadinya proses interaksi dan komunikasi diantara keduanya yang dapat membuat siswa aktif dalam proses pembelajaran tersebut. Sedangkan keefektifan ialah hasil yang dicapai dalam proses pembelajaran. Untuk mencapai keefektifan dalam proses belajar mengajar diperlukannya item-item pendukung didalamnya yang meliputi perangkat pembelajaran, strategi pembelajaran, serta media dan alat pembelajaran yang mana jika kesemua item ini tersedia dan terlaksana dengan baik maka akan menghasilkan tercapainya tujuan pembelajaran yang telah ditentukan sebelumnya (Saragih & Ansi, 2020).

Dengan dialihkannya model pembelajaran yang sedianya bertatap muka secara langsung menjadi dalam jaringan tentu hal ini membutuhkan sarana atau fasilitas-fasilitas lain sebagai pendukung seperti halnya perangkat teknologi, seperti yang disebutkan oleh Korucu dan Alkan bahwa teknologi mobile memiliki peran yang besar dalam dunia pendidikan dewasa ini, termasuk dalam pencapaian tujuan pembelajaran jarak jauh atau daring. Lebih lanjut Gikas & Grant mengemukakan bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran daring perangkat-perangkat mobile seperti halnya telepon pintar, laptop menjadi semakin dibutuhkan guna mengakses informasi dimana saja dan kapan saja (Firman & Rahayu, 2020). Tidak hanya digunakan dalam mengakses informasi, perangkat-perangkat mobile ini pun digunakan sebagai media dalam melaksanakan proses pembelajaran online yakni dalam mengakses kelas virtual seperti contoh WhatsApp Group, Google Classroom, Google Meet, Zoom Meeting, dan sebagainya.

Tentunya, tidak hanya perangkat-perangkat teknologi yang dibutuhkan sebagai penunjang pembelajaran daring ini, masih terdapat banyak aspek yang dibutuhkan seperti halnya dari segi pembiayaan yang tertuang dalam data internet yang digunakan untuk dapat mengakses materi ajar melalui media pembelajaran online, dan aspek non teknis lainnya yang tidak pernah dapat kita duga sebelumnya. Namun pada realitanya, proses pembelajaran daring ini banyak ditemukannya keterbatasan-keterbatasan dan kendala didalamnya dimana tidak semua orang memiliki kemudahan untuk dapat mengikuti pembelajaran daring, yang mana sudah menjadi barang tentu hal ini pun berdampak pada keefektifan proses pembelajaran itu sendiri.

 

KAJIAN PUSTAKA

Covid-19

Munculnya virus covid-19 di tahun 2019 yang mendunia termasuk di Indonesia, virus ini banyak membawa pengaruh terhadap perekonomian di indonesia maupun di dunia. Gejala-gejala yang ditimbul karena virus covid-19 ialah seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan atau  sesak nafas, tidak dapat mencium bau. Adapun pencegahan yang harus dilakukan agar tidak tertular virus covid-19 ialah menajaga kebersihan tubuh dan lingkungan, salah satunya dengan cara rajin mencuci tangan, menjaga imunitas tubuh atau menjaga kesehatan tubuh dengan rajin berolahraga dan mengkonsumsi sayur-sayuran, buah-buahan dan kita dianjurkan oleh pemerintah agar tetap tidak keluar rumah,  physical distancing atau tidak berkerumun dengan banyak orang, dan melakukan Work From Home atau bekerja dari rumah selama masih pandemi covid-19  (Hapsari, 2020).

Virus Corona merupakan keluarga besar virus yang mana dapat menyebabkan berbagai penyakit dimulai dari gejala yang ringan hingga berat. Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) ialah penyakit jenis baru yang sebelumnya belum pernah teridentifikasi pada manusia. Virus penyebab Covid-19 ini dinamakan Sars-CoV-2. Virus Corona adalah zoonosis (dimana ditularkan antara hewan dan manusia). Adapun, hewan yang menjadi sumber penularan Covid-19 ini hingga saat ini belum diketahui dengan pasti (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2020).

Penyebaran virus covid-19 berpotensi banyak menghambat aktivitas ekonomi sehingga membuat beberapa perusahaan terpaksa melakukan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) kepada karyawan dikarenakan tidak sanggup untuk membayar gaji karyawan karena pemasukan menurun.

Perserikatan Bangsa Bangsa atau PBB mengemukakan bahwa adapun salah satu sektor yang terdampak adanya wabah ini adalah pada dunia Pendidikan (Purwanto et al., 2020) hal ini pun berdampak pada beberapa negara yang memutuskan menutup sekolah maupun perguruan tinggi. Sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus covid-19, World Health Organization (WHO) merekomendasikan untuk menghentikan sementara kegiatan-kegiatan yang akan berpotensi menimbulkan kerumunan massa. Bahkan selama maraknya covid-19 di Indonesia, banyak cara yang dilakukan pemerintah untuk mencegah penyebarannya dengan Social distancing, salah satunya dengan adanya Surat Edaran Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Direktorat Pendidikan Tinggi No. 1 Tahun 2020 tentang pencegahan adanya penyebaran covid-19 dalam dunia Pendidikan. Dalam surat edaran tersebut Kemendikbud memerintahkan untuk menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh serta menyarankan para peserta didik untuk belajar dari rumah masing-masing. Terhitung semenjak bulan maret lalu dampak yang diberikan covid-19 pada kegiatan belajar mengajar cukup terasa, hal tersebut terlihat dari pembelajaran yang semestinya dilakukan secara langsung dan bermakna sekarang hanya dapat dilakukan secara mandiri. Dengan demikian para siswa dikehendaki untuk melakukan pembelajaran tidak langsung yakni dengan memanfaatkan pembelajaran dalam jaringan atau daring yang dirasa merupakan strategi atau langkah yang tepat guna pada situasi seperti saat ini.

 

Pembelajaran Daring

Sanjaya (2008) mengemukakan bahwa pembelajaran yakni kegiatan yang bertujuan untuk membelajarkan siswa. Proses pembelajaran merupakan bagian dari pendidikan yang bertujuan untuk mewujudkan siswa dapat aktif dalam mengembangkan potensi didalam dirinya yakni untuk memiliki kekuatan seperti halnya dalam spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan intelektual, akhlak yang mulia, serta keterampilan mana akan berguna baik bagi dirinya sendiri, masyarakat, bangsa, dan negara (Kurniawan, 2015).

Pembelajaran daring menurut Sofyana & Abdul (2019) ialah system pembelajaran yang dilakukan dengan tidak bertatap muka secara langsung, tetapi menggunakan suatu alat atau media yang dapat membantu proses belajar mengajar yang dilakukan meskipun dalam jarak jauh. Dimana secara umum, tujuan dari adanya pembelajaran daring ialah bertujuan untuk memberikan layanan pembelajaran bermutu dalam jaringan yang bersifat masif dan terbuka untuk menjangkau peminat ruang belajar agar lebih banyak dan lebih luas (Handarini & Wulandari, 2020).

Untuk mempermudah pembelajaran daring ini, telah tersedianya beberapa aplikasi dimana dapat membantu kegiatan belajar mengajar, misalnya WhatsApp, Zoom Meeting, Web Blog, Edmodo dan lain-lain. Pemerintah dalam hal ini juga mengambil peran dalam menangani ketimpangan  selama kegiatan belajar selama pandemi covid-19 ini.

 

Keefektifan Proses Pembelajaran

Menurut Supardi (2013) pembelajaran efektif merupakan pembelajaran dengan kombinasi seimbang yang tersusun meliputi aspek manusiawi, material, berbagai fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang bertujuan untuk mengubah perilaku siswa ke arah yang lebih baik dimana disesuaikan dengan potensi dan perbedaan yang dimiliki dari setiap siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Miarso (2004) mengungkapkan bahwa efektivitas pembelajaran merupakan salah satu standar mutu pendidikan yang mana sering kali diukur dengan adanya tercapainya tujuan, atau dalam hal ini dapat diartikan sebagai ketepatan dalam mengelola suatu situasi didalamnya. (Rohmawati, 2015).

Senada dengan kedua pendapat sebelumnya, Sadiman (1987) mengungkapkan bahwa keefektifan pembelajaran merupakan hasil guna yang mana diperoleh setelah adanya pelaksanaan proses belajar mengajar (Abidin et al., 2020).

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa keefektifan pembelajaran ialah keterpaduan antara aspek manusiawi, material, dan berbagai fasilitas dimana dalam pengukuran standar mutunnya melalui ketercapaiannya tujuan yang mana diperoleh setelah adanya pelaksanaan proses pembelajaran.

Menurut Soemosasmito suatu pembelajaran dapat dikatakan efektif apabila memenuhi dalam pembelajaran tersebut memenuhi persyaratan utama keefektifan pengajaran, sebagai berikut:

a.       Presentasi waktu belajar siswa dengan intensitas tinggi yang dicurahkan terhadap Kegiatan Belajar Mengajar;

b.      Rata-rata perilaku dalam melaksanakan tugas yang tinggi diantara siswa;

c.   Adanya ketetapan antara yang terkandung pada bahan materi ajar dengan kemampuan siswa ( dengan tujuan orientasi keberhasilan dalam belajar) diutamakan; dan

d.  Mengembangkan suasana belajar yang bersifat akrab, bersifat positif, serta mengembangkan struktur kelas yang mendukung butir b dengan tanpa mengabaikan poin pada butir d. (Abidin et al., 2020).

Surya mengemukakan bahwa keefektifan program pembelajaran ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut:

a.       Berhasil dalam menghantarkan siswanya untuk mencapai tujuan instruksional yang telah ditetapkan sebelumnya

b.      Memberikan pengalaman belajar menyenangkan, dengan melibatkan siswa secara aktif sehingga dapat menunjang pencapaian tujuan instruksional.

c.       Memiliki sarana sebagai fasilitas dalam menunjang proses pembelajaran. (Abidin et al., 2020).

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif eksploratif dengan melalui pendekatan induktif. Metode kualitatif eksploratif merupakan metode penelitian yang memiliki tujuan guna mendapatkan data secara luas mengenaui sebab-sebab yang mempengaruhi akan terjadinya sesuatu  (Arikunto, 2006:7).  Yusuf (2017: 61) menyebutkan Penelitian eksploratis ialah penelitian yang mencoba menyediakan jawaban dari berbagai pertanyaan yang telah disusun dalam masalah yang dijadikan prioritas pada penelitian berikutnya. Metode penelitian ini digunakan untuk mengetahui informasi mengenai keefektifan proses pembelajaran daring di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Cirebon. Dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, purposive sampling ialah teknik dalam menentukan sampel dengan adanya pertimbangan khusus didalamnya (Sugiyono, 2011: 84). Narasumber pada penelitian ini ialah sebanyak 4 orang, yang terdiri dari wakil kepala sekolah bidang kurikulum, 1 guru, dan 2 siswa.

Sebelumnya Peneliti telah menyiapkan pertanyaan yang akan diajukan kepada narasumber untuk melaksanakan wawancara, dan semua informasi yang peneliti dapatkan telah mendapat persetujuan narasumber yang bersangkutan.

Untuk menjaga kerahasiaan, narasumber dalam penelitian ini diberi inisial N1, N2, N3, dan N4.

Inisial Narasumber

Jenis Kelamin

Usia

Status

Pendidikan Terakhir

N1

Laki-laki

52

Menikah

S3

N2

Perempuan

43

Menikah

S1

N3

Perempuan

17

Pelajar

SMP

N4

Perempuan

17

Pelajar

SMP

 

Untuk mendapatkan temuan yang kemudian dapat dianalisis, peneliti menyusun beberapa pertanyaan untuk diajukan sebagai bahan untuk mendapatkan informasi, berikut ialah pertanyaan-pertanyaan yang peneliti ajukan:

  1. Bagaimana tanggapan tentang dialihkannya proses pembelajaran menjadi dalam jaringan?
  2. Bagaimana langkah dan metode dalam penyampaian materi pembelajaran?
  3. Bagaimana dampak positif dari adanya pembelajaran daring?
  4. Bagaimana dampak negatif dari adanya pembelajaran daring?
  5. Bagaimana hambatan dari adanya pembelajaran daring?
  6. Apakah proses pembelajaran daring selama masa pandemi covid-19 berjalan secara efektif?

 

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi perihal keefektifan proses pembelajaran daring pada masa pandemi covid-19 di MAN 1 Kota Cirebon. Hasil penelitian ialah kutipan asli yang diucapkan langsung oleh narasumber. Berikut kutipan pernyataan dari para narasumber:

1.      Bagaimana tanggapan tentang dialihkannya proses pembelajaran menjadi dalam jaringan?

N1 menjawab: Saya selaku bagian kurikulum telah membekali guru-guru melalui adanya pelatihan yang berkaitan dengan materi mengenai pembelajaran daring agar para guru siap dalam melaksanakan pembelajaran secara daring.

N2 menjawab: Saya merasa bahwa ini langkah yang tepat dalam situasi seperti ini, justru seharusnya pembelajaran daring ini mempermudah siswa.

N3 menjawab: Pembelajaran daring ini memberatkan karena banyak pemberian tugas tanpa bisa memahami materi dengan baik.

N4 menjawab: Pengalihan pembelajaran menjadi daring ini membuat belajar menjadi tidak efektif dan kondusif dalam pelaksanaannya.

 

2.      Bagaimana langkah dan metode dalam penyampaian materi pembelajaran?

N1 menjawab: Langkah yang kami lakukan adalah mengadakan pembekalan pelatihan kepada guru-guru tentang metode penyampaian materi pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran online.

N2 menjawab: Menggunakan video pembelajaran dari aplikasi pengakses video (Youtube) dan para guru  diwajibkan membuat video pembelajaran. Selain itu terdapat pula materi sebagai bahan ajar yang menghendaki siswa untuk mempelajarinya.

N3 menjawab: Para guru memberikan materi melalui media online seperti halnya video dari aplikasi pengakses video (Youtube), Google Classroom, WhatsApp Group.

N4 menjawab: Biasanya selain guru memberikan materi melalui Aplikasi pengakses video (Youtube), Google Classroom, dan WhatsApp Group, guru juga memberikan materi melalui aplikasi Zoom Meeting, dan E-learning.

 

3.      Bagaimana dampak positif dari adanya pembelajaran daring?

N1 menjawab: Lebih banyak waktu untuk mengerjakan tugas-tugas lain diluar sekolah baik bagi guru maupun bagi siswa.

N2 menjawab: Siswa menjadi mandiri, karena mereka dapat mencari sendiri referensi materi sebagai tambahan dalam belajarnya.

N3 menjawab: Lebih banyak waktu untuk mengerjakan tugas, bisa dengan mengerjakan aktivitas lain.

N4 menjawab: Mencegah terhindarnya virus covid-19.

 

4.      Bagaimana dampak negatif dari adanya pembelajaran daring?

N1 menjawab: Tidak dapat berinteraksi dengan para siswa secara langsung sehingga apa yang kita sampaikan tidak ada nilai yang berkesan bagi siswa.

N2 menjawab: Siswa menjadi santai dalam belajar dan kurang mengenal siswa langsung secara psikologis.

N3 menjawab: Membosankan, dengan belajar dari rumah kita menjadi tidak dapat berdiskusi secara langsung dengan teman-teman.

N4 menjawab: Tidak banyak materi yang disampaikan dapat dipahami.

 

5.      Apa saja hambatan adanya pembelajaran daring?

N1 menjawab: Jaringan internet dan banyak siswa yang berbagi ponsel dengan orangtuanya sehingga hal ini mengganggu proses pembelajaran itu sendiri.

N2 menjawab: Ketersedian data internet dan akses jaringan internet.

N3 menjawab: Jaringan internet tidak stabil dan adanya keterbatasan data internet yang mana tidak dapat digunakan pada semua media pembelajaran.

N4 menjawab: Sulitnya pembagian waktu antara pekerjaan rumah dengan mengerjakan tugas-tugas dari sekolah.

 

6.      Apakah proses pembelajaran daring selama masa pandemi covid-19 berjalan secara efektif?

N1 menjawab: Kurang efektif karena tidak adanya tatap muka secara langsung dengan para siswa sehingga tidak ada nilai moral pada setiap pembelajaran tersebut.

N2 menjawab: Relatif jika menurut saya, Bila melihat kondisi pandemi ini bisa dibilang efektif, bisa dikatakan begitu karena bukan keinginan kita semua, namun semua ini dikarenakan oleh keadaan. Tetapi jika melihat kondisi netral tanpa menjadikan pandemic sebagai alasan, maka pembelajaran daring ini tidak efektif.

N3 menjawab: Diterapkannya pembelajaran daring ini menurut saya menjadi tidak efektif, karena ada banyak kendala yang terjadi.

N4 menjawab: Kurang efektif, karena kurangnya diskusi dan interaksi yang terjadi antara siswa dan guru.

 

Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh di MAN 1 kota Cirebon terkait keefektifan proses pembelajaran daring pada masa pandemi covid-19 ialah menuai berbagai tanggapan dari wakil kepala sekolah bagian kurikulum, guru dan siswa. Dari wakil kepala sekolah bidang kurikulum sendiri telah memberikan pembekalan pelatihan kepada para guru dengan menghadirkan narasumber dari luar yakni dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan IAIN Syekh Nurjati Cirebon sebagai persiapan untuk melaksanakan proses pembelajaran daring. Sedangkan dari pihak guru memandang bahwa dengan dialihkannya pembelajaran menjadi daring ini ialah merupakan langkah yang tepat untuk diambil pada masa pandemi covid-19 ini dan seyogyanya dengan dialihkannya pembelajaran daring ini dapat memberikan kemudahan-kemudahan bagi siswa dalam pengerjaan tugas-tugas yang telah diberikan. Sedangkan, siswa sendiri memandang bahwa dengan dialihkannya pembelajaran ini memberatkan baginya dikarenakan banyaknya pemberian tugas secara berlebih dengan tanpa pemahaman materi yang maksimal serta tidak kondusif dalam pelaksanaannya.

Penyampaian materi pembelajaran daring di MAN 1 Kota Cirebon diawali dengan pembekalan yang di inisiasi oleh wakil kepala sekolah bidang kurikulum sebagai langkah awal untuk membekali guru dalam menghadapi pembelajaran daring yakni dengan menggunakan berbagai media pembelajaran online seperti WhatsApp, Google Classroom, E-learning, Zoom Meeting, dan sebagainya. Selanjutnya, para guru mengimplementasikan hasil dari pembekalan pelatihan tersebut untuk menyampaikan materi ajar kepada siswa melalui berbagai media pembelajaran online tersebut. Dalam membagikan materi ajar pun beragam bentuknya, yakni dapat berupa file dalam format pdf maupun penggunaan video dalam penyampaiannya, dimana setiap guru diwajibkan untuk membuat video pembelajaran sendiri atau dapat pula mengambil referensi dari aplikasi pengakses video (Youtube) yang kemudian diteruskan kepada para siswa sebagai materi ajar.

Dengan dialihkannya pembelajaran daring di MAN 1 Kota Cirebon ini memiliki dampak positif didalamnya, yakni diantaranya guru dan siswa memiliki banyak waktu yang luang untuk mengerjakan tugas lainnya diluar urusan sekolah, pembelajaran daring juga dapat memupuk kemandirian pada siswa dikarenakan siswa dapat mencari tambahan referensi materi dan mencoba untuk memahami dan menganalisa materi baik yang diberikan oleh guru maupun dari hasil pencarian referensinya sendiri. Serta dampak yang terpenting yang dapat dirasakan dari dialihkannya pembelajaran ini ialah mencegah terjadinya penyebaran covid-19 dimana pendidikan merupakan salah satu sektor yang dapat menyumbang klaster besar jika sekolah tetap dioperasionalkan.

Namun, disamping berbagai dampak positif yang ada, terdapat dampak lainnya yakni adanya dampak negatif hasil dari dialihkannya proses pembelajaran menjadi daring yang mengakibatkan menurunnya minat siswa dalam belajar, dalam artian disini siswa menjadi semakin santai dalam belajarnya, hal ini dibuktikan dengan tidak sedikitnya siswa yang melalaikan tugas-tugas yang telah diberikan oleh guru. Selain itu, siswa pun menilai bahwa pembelajaran daring ini sulit dalam memahami materi serta dinilai membosankan dikarenakan mereka tidak dapat berinteraksi dan berdiskusi langsung secara tatap muka dengan para teman-temannya, jika kita cermati hal ini bisa menjadi salah satu alasan terdapat menurunnya minat siswa dalam belajar. Adapun dampak negatif lainnya ialah guru tidak dapat berinteraksi langsung dengan siswa yang mana hal ini menyebabkan kurangnya guru dalam mengenal siswa langsung secara psikologis.

Pembelajaran daring pun tidak luput dari adanya hambatan didalamnya, adapun hambatan yang paling banyak terjadi ialah permasalahan pada jaringan internet yang tidak stabil, dan hambatan lain yang terjadi ialah data internet yang semakin banyak dibutuhkan, meskipun dari pihak sekolah telah diberi bantuan oleh berbagai provider penyedia jasa layanan internet berupa kartu perdana yang telah berisikan data internet yang siap pakai, namun pada kenyataannya pemberian data internet tersebut masih dirasa kurang dikarenakan jumlah data internet yang termaktub dalam kartu tersebut hanya dapat diakses pada media pembelajaran online tertentu saja, sedangkan dalam proses pembelajaran di MAN 1 kota Cirebon ini dipergunakannya media pembelajaran online lain seperti aplikasi pengakses video (Youtube) yang mana tidak dapat diakses melalui kartu perdana tersebut sehingga siswa pun harus merogoh kocek pribadi demi dapat mengaksesnya. Seperti yang telah kita ketahui, sebagian besar orang tua siswa mengalami penurunan penghasilan ekonomi, sehingga kebutuhan data internet pun dinilai membebani orang tua dalam hal ini. Sehingga, untuk mengatasi hal tersebut, tidak sedikit guru yang tak segan untuk memberikan bantuan berupa data internet kepada siswanya dengan tujuan agar siswanya tetap dapat melaksanakan pembelajaran sebagaimana mestinya. Selain itu, permasalahan datang dari siswa yang berbagi ponsel dengan orang tuanya sehingga hal ini berdampak pada pembelajaran siswa. Selanjutnya, siswa merasa kesulitan dalam membagi waktu antara pekerjaan rumah dengan mengerjakan tugas-tugas dari sekolah, hal ini dikarenakan terdapatnya beberapa orang tua yang kurang memahami esensi dari pembelajaran online dimana  orang tua tersebut mempersepsikan bahwa pembelajaran online berbeda dengan pembelajaran seperti disekolah, sehingga banyak dari orang tua yang menuntut anaknya yang dirumah untuk turut membantu pekerjaan rumah.

Dalam pelaksanaannya, sudah menjadi barang tentu pembelajaran daring sangat berbeda dengan pembelajaran tatap muka seperti biasanya yang mana hal berdampak pula pada keefektifan proses pembelajaran didalamnya didalamnya,  seperti yang dikemukakan oleh wakil kepala sekolah bagian kurikulum bahwa pembelajaran daring ini kurang efektif karena tidak adanya nilai moral yang tersampaikan pada setiap pembelajaran sehingga menyebabkan kurangnya esensi dari pembelajaran itu sendiri, yang mana hal ini biasanya hanya dapat terjadi pada pembelajaran secara offline atau tatap muka secara langsung, namun hal lain dikemukakan oleh guru yang berpendapat bahwa pembelajaran daring ini relatif dalam keefektifan prosesnya, dikarenakan jika ditinjau dari kondisi pada era pandemi covid-19 sekarang, pembelajaran daring merupakan satu-satunya jalan terbaik yang dapat ditempuh demi semua siswa tetap bisa mengenyam pendidikan yang mana jika diartikan hal ini merupakan masuk dalam kriteria efektif. Tetapi, jika dilihat dari kondisi pembelajaran tanpa memandang pandemic covid-19 sebagai alasannya, maka tentu pembelajaran daring ini tidaklah efektif diterapkan dikarenakan banyaknya keterbatasan-keterbatasan dan kendala yang terjadi didalamnya. Selanjutnya, siswa beranggapan bahwa pembelajaran daring ini kurang efektif dalam pelaksanaannya dikarenakan banyaknya kendala-kendala yang terjadi serta kurangnya intensitas diskusi baik antara guru dan siswa maupun antar siswa itu sendiri, dimana hal ini berpengaruh pada pemahaman pada setiap materi yang dipelajari.

 

SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran daring di MAN 1 Kota Cirebon dengan memanfaatkan media pembelajaran online seperti WhatsApp Group, Google Classroom, E-learning dan Zoom Meeting dengan tujuan tetap dapat melaksanakan proses pembelajaran di masa pandemi guna menekan penyebaran covid-19 sebagai upaya mematuhi protokol kesehatan dinilai kurang efektif dalam pelaksanaannya dikarenakan banyaknya hambatan atau kendala yang terjadi didalamnya yang meliputi ketersediaan data internet, jaringan internet yang tidak stabil, menurunnya minat belajar, ketidakfahaman pada materi yang disampaikan, serta guru selaku pendidik menjadi kurang mengenal siswa langsung secara psikologis.

 

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Z., Hudaya, A., & Anjani, D. (2020). Efektivitas Pembelajaran Jarak Jauh Pada Masa Pandemi Covid-19. Research and Development Journal Of Education, October, 131–146.

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT
Rineka Cipta.

Firman, F., & Rahayu, S. (2020). Pembelajaran Online di Tengah Pandemi Covid-19. Indonesian Journal of Educational Science (IJES), 2(2), 81–89. https://doi.org/10.31605/ijes.v2i2.659

Handarini, O. I., & Wulandari, S. S. (2020). Daring Sebagai Upaya Study From Home (SFH) Selama Pandemi Covid 19. Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP), 8(3), 496–503.

Hapsari, Dian. 2020. Berbagai Landasan Teori Etika Munculnya Fenomena Covid-19. Agustus, 2020. Diambil dari: https://www.kompasiana.com/dian36310/5f2d2424097f3608832f9d06/berbagai-landasan-teori-etika-munculnya-fenomena-covid-19. (Diakses 9 November 2020).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2020. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease (Covid-19). Jakarta: Direktorat Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

Kurniawan, A. (2015). Pembelajaran dengan Kecerdasan Jamak di Sekolah. Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI, 2(2), 1–18.

Kurniawan, A. (2019). Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Mengatasi Perilaku Negatif Siswa MTs PUI Segeran Indramayu. Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam, 4(1), 1–27.

Kurniawan, A. (2018). Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Motivasi Beragama Siswa SMP Islam Al-Azhar 5 Cirebon. JIEM (Journal of Islamic Education Management), 2(1), 75–101.

Purwanto, A., Pramono, R., Asbari, M., Yolanda, O., Santoso, P. B., Wijayanti, L. M., Hyun, C. C., & Putri, R. S. (2020). Studi Eksploratif Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Proses Pembelajaran Online di Sekolah Dasar. Jurnal Manajemen, 16(2), 1–13.

Rohmawati, A. (2015). Efektivitas Pembelajaran. Jurnal Pendidikan Usia Dini, 9(1), 15–32.

Sanjaya, Wina. 2008. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Saragih, E. M., & Ansi, R. Y. (2020). Efektivitas Penggunaan WhatsApp Group Selama Pandemi Covid-19 Bagi Pelaku Pendidik. Seminar Nasional Multi Disiplin Ilmu Universitas Asahan, 207–212.

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Yusuf, Muri. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Penelitian Gabungan. Jakarta: Kencana. 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konsep Dasar, Macam-Macam, dan Jenis Sarana Prasarana